Januari 04, 2010

20 Cara Menghargai Tubuh Sendiri

Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini:
  1. Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.
  2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
  3. Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan
  4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
  5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.
  6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
  7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
  8. Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
  9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
  10. Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.
  11. Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
  12. Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
  13. Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
  14. .Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
  15. Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
  16. Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
  17. Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
  18. Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.
  19. Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
  20. Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda





Baca Selengkapnya......

Pendayung Sampan Dan Professor

Suatu hari seorang profesor menyewa sebuah sampan untuk membuat kajian di tengah lautan.Pendayung itu merupakan lelaki tua yang sangat pendiam. Profesor sengaja mengupah lelaki tua itu kerana dia tidak mahu orang yang menemaninya banyak menyoal tentang apa yang dia lakukan.

Dengan tekun Profesor itu melakukan tugasnya tanpa menghiraukan pendayung sampan. Dia mengambil air laut dan diisi kedalam tabung uji, digoncang-goncang, kemudian mencatat sesuatu di dalam buku catatan dibawanya. Berjam-jam lamanya Profesor itu melakukan kajian dengan tekun sekali. Pendayung sampan mendongak ke langit, memandang pada awan yang mula berarak kelabu. Dalam hati dia berkata “Hmm..tak lama hujan lebat akan turun..”

“OK semua sudah siap mari kita balik.” Lantas pendayung itu memusingkan sampannya dan mula mendayung ke arah pantai. Dalam perjalanan itu baru Profesor itu membuka mulut menegur pendayung sampan.

“Dah lama kamu mendayung sampan?” Tanya Profesor kepada pendayung sampan. “Hmm..hampir seumur hidupku,” jawab si pendayung ringkas.

“Seumur hidup kamu? Jadi kamu tidak tahu apa-apa selain mendayung sampan?” tanya Profesor itu lagi.

“Ya..”jawab pendayung sampan dengan ringkas.

Profesor belum berpuas hati dengan jawapan pendayung tua itu. “Kamu tahu Geografi?” Si pendayung menggeleng..

“Kalau begitu kamu hilang 25% dari usia hidup kamu.”
“Kamu tahu Biologi?”tanya Profesor itu lagi. Pendayung sampan itu menggeleng lagi.

“Kasihan kamu telah kehilangan 50% dari usia kamu.”

“Kamu tahu Fizik?” Profesor itu masih bertanya. Seperti tadi pendayung sampan itu hanya menggeleng.

“Sungguh kasihan kalau begitu kamu telah kehilangan 75% usia kamu.Malang sungguh nasib kamu semuanya tidak tahu. Seluruh hidup kamu hanya dihabiskan dengan sampan,tak ada gunanya lagi,” Profesor itu mengejek dan berkata dengan angkuh setelah merasakan dirinya yang terhebat. Pendayung sampan hanya mendiamkan diri.

Selang beberapa minit kemudian hujan turun dengan lebat, tiba-tiba ombak besar datang melanda. Sampan yang mereka naiki terbalik. Profesor dan pendayung sampan terpelanting. Sempat pula pendayung itu bertanya, “Kamu tahu berenang?” Profesor hanya menggeleng.
“Sayang sekali kamu telah kehilangan 100% nyawa kamu.” Kata pendayung itu sambil berenang ke pantai meninggalkan Profesor yang angkuh tadi.



Baca Selengkapnya......

Januari 01, 2010







Baca Selengkapnya......

Desember 15, 2009

KEARIFAN EMAS

Seorang pemuda mendatangi Zun Nun dengan bertanya "Guru , saya tak mengerti mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya , amat sangat sederhana , bukankah di masa sekarang ini berpakaian sebaik baiknya amat perlu , bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk tujuan lain"
Sang sufi hanya tersenyum , ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya , ia berkata "Sobat muda akan saya jawab pertanyaanmu , tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku , ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana , bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas" ?

Melihat cincin Zun Nun yang kotor pemuda tadi merasa ragu "satu keping emas" ?? saya tidak yakin cincin ini bisa dijual dengan seharga itu. "Cobalah dulu sobat muda siapa tahu kamu berhasil"
Pemuda itu bergegas ke pasar , ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain , pedagang sayur , penjual daging , ikan serta kepada yang lainnya.
Ternyata tak seorangpun berani membeli seharga satu keping emas , mereka menawarnya satu keping perak , tentu saja pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.
Ia kembali ke Padepokan Zun Nun dan melapor "Guru tak seorangpun berani menawar lebih dari satu keping perak"
Zun Nun sambil tetap tersenyum arif berkata "Sekarang pergilah kamu ke toko emas dibelakang jalan itu , coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas disana , jangan buka harga dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian"
Pemuda itupun pergi ke toko emas yang di maksud , ia kembali kepada Zun Nun dengan raut wajah yang lain , ia kemudian melapor "Guru , ternyata para pedagang di pasar itu tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini , pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas"
Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi dari pada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.
Zun Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih "Itulah jawaban atas pertanyaan tadi sobat muda , seseorang tidak bisa di nilai dari pakaiannya , hanya para pedagang sayur , ikan dan daging di pasar yang menilai demikian , namun tidak lagi bagi pedagang emas"
Emas dan permata yang ada di dalam diri seseorang hanya bisa dilihat dan di nilai jika kita mampu melihat kedalam jiwa , diperlukan kearifan untuk menjenguknya , dan itu butuh proses
Wahai sobat mudaku , kita tidak bisa menilai dari tutur kata dan sikap yang kita dengar dan kita lihat sekilas , Sering kali yang disangka EMAS ternyata LOYANG dan yang disangka LOYANG ternyata EMAS




Baca Selengkapnya......

Desember 14, 2009

Betapa Unik Manusia

Manusia di Ciptkan Tuhan dengan keunikan luar biasa, menurut hasil penelitian ilmu kedokteran, jika seorang dewasa dengan memiliki bobot rata-rata, maka selama 24 jam manusia secara pasti melakukan jutaan aktivitas sebagai berikut :


1.Jantung berdenyut sebanyak 103.689 kali.
2.darah melakukan perjalanan 168.000.000 mil
3.Bernafas sebanyak 23.040 kali
4.Menghiruf udara sebanyak 483 meter kubik
5.Menelan 1,5 kg makanan
6.Minum 3,5 liter cairan
7.Berkata-kata sebanyak 25.000 kata (Termasuk kata-kata yang tidak perlu diucapkan)
8.Menggerakkan 750 otot
9.Kuku bertumbuh 0,0012 cm
10.Rambut memanjang 0,94353 cm
11. Sell otak sebanyak 7.000.000 terus bekerja


Baca Selengkapnya......

September 04, 2009

Puasa Lahir Batin

Hakikat puasa adalah menahan dan 'mengelola' diri. Tujuannya meraih derajat kehidupan yang penuh takwa (QS Albaqarah [2]: 183). Dengan begitu, shaimin (orang-orang yang berpuasa) itu tidak lagi terjajah oleh hawa nafsunya menjadi manusia yang berwatak binatang. Esensi takwa yang menjadi target ibadah puasa adalah kehati-hatian, menjaga atau mawas diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat dan dosa.




Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk pembentukan karakter takwa. Menurut para ulama, indikator karakter takwa itu setidak-tidaknya ada sepuluh.
Pertama, menjaga perut agar hanya mengonsumsi yang halal, baik, dan bergizi. Puasa melatih menahan diri dari rasa lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Kedua, memelihara lisan agar tidak berdusta, dan menggunjing (gosip).
Ketiga, menjaga mata agar tidak digunakan melihat dunia dengan pandangan rakus, foya-foya, dan hedonistik. Keempat, menjaga tangan agar tidak melakukan yang haram. Kelima, menahan kedua kaki melangkah menuju kemaksiatan, sebaliknya senantiasa memacu langkah menuju cinta-Nya.
Keenam, menjaga dan menutrisi hati dengan tazkiyatun nafsi (penyucian diri). Ketujuh, menjaga pikiran untuk senantiasa berpikir jernih dan positif, mengembangkan daya nalar dengan senantiasa merenungi ayat-ayat Allah dalam Alquran maupun alam raya. Kedelapan, memaksimalkan ketaatan. Ramadhan mendidik umat Islam, terutama pada sepuluh hari terakhir untuk banyak beristighfar, zikir, tadarus Alquran, iktikaf, serta penyucian harta dengan berzakat dan bersedekah.
Kesembilan, menjaga pola hidup sehat dan bersih. Ramadhan mendidik kita untuk disiplin waktu: bangun tidur lebih awal, shalat Subuh berjamaah, dan sebagainya. ''Berpuasalah, niscaya kalian menjadi sehat.'' (HR At-Tabarani). Dan kesepuluh, meningkatkan ukhuwah dan solidaritas sosial.
Semoga kita dapat memaknai Ramadhan kali ini dengan puasa lahir batin, sehingga kita memperoleh ampunan, rahmat, dan kemenangan sebagaimana dijanjikan Allah SWT. Dan yang pasti, menjadi hamba-Nya yang bertakwa.



Baca Selengkapnya......

7 Langkah Kesabaran (Ren 7 Pu)

Sebuah rumah gubuk kecil berdiri anggun di tanah pegunungan yang indah dan hijau. Di gubuk yang terpencil itu, tinggallah seorang kakek tua yang sangat terkenal karena kebijakasanaannya. Banyak orang dari berbagai tempat datang kepadanya untuk meminta nasehat si kakek tua itu. Suatu hari, datanglah seorang pria yang telah tiga hari lamanya menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampai di hadapan si kakek tua, pria itu memohon nasehat tentang bagaimana cara mengendalikan emosi yang tidak terkendali.



Setelah sejenak memandang pria tersebut, sang kakek tua nan bijak itu pun berkata, ”Anak muda, setiap kali engkau tersinggung atau terpancing untuk marah-marah, ingatlah ren 7 pu. Tujuh langkah kesabaran. Untuk itu, lakukanlah twee 7 pu, cai cuo 7 pu, yaitu melangkah mundur tujuh langkah, lalu maju tujuh langkah, dan lakukan hal tersebut tujuh kali kali berturut-turut. Lakukan dengan langkah mantap sambil berhitung. Setelah itu, barulah engkau ambil keputusan bertindak."
Merasa mendapatkan nasihat bijak, pria itu pulang kembali ke desanya. Ia yakin sekali masalah emosi yang dideritanya pasti bisa terpecahkan. Tiga hari perjalanan kembali harus dia tempuh. Hari telah larut ketika ia sampai di rumah. Dengan pakaian yang lusuh, badan letih dan pegal-pegal, serta perut sangat lapar, ia masuk ke dalam kamar istrinya. Di kepalanya, ia hendak meminta istrinya supaya menyediakan makan malam dan air hangat untuk mandi. Tetapi seperti disambar geledek, pria itu mendapati istrinya sedang tertidur lelap di balik selimut dengan orang lain.
Demi melihat pemandangan menjijikkan itu, langsung amarahnya meluap tak tertahankan lagi. ”Kurang ajar! Baru ditinggal sebentar saja sudah berani menyeleweng...!” Tanpa berpikir panjang, pria itu mencabut belati dan hendak menghabisi keduanya. Tetapi, seketika itu juga dirinya teringat dengan nasehat si kakek tua yang bijak; twee 7 pu, cai cuo 7 pu. Sambil tetap mengangkat tangan menghunus belati, pria itu mulai menjalankan nasihat si kakek. Ia melangkah sambil menghitung, dwee 7 pu, mundur tujuh langkah, cai cuo 7 pu, maju tujuh langkah. Kembali lagi, dwee 7 pu cai cuo 7 pu, sampai akhirnya suara hitungan dan hentakan kakinya membangunkan sang istri.
Ketika istrinya menyingkap selimut, kagetlah pria itu karena mendapati orang yang tidur di samping istrinya ternyata adalah ibunya sendiri. Detik itu juga rasa syukur terucap dari mulutnya yang bergetar. Ia telah berhasil mencegah satu tindakan emosional dan bodoh. Seandainya saja kesabarannya tidak muncul di saat-saat yang genting tadi, mungkin orang-orang yang paling dicintainya itu telah mati di tangannya sendiri, dan hidupnya akan dirundung penyesalan sepanjang hayat.
Pembaca yang budiman. Kesabaran adalah mutiara kehidupan yang pantas dan harus kita miliki! Saat kita berjuang tetapi belum berhasil, kita membutuhkan ren atau kesabaran. Kesabaran dalam perjuangan bisa pula diartikan sebagai suatu keuletan, ketekunan, atau mental tahan banting. Ketika menghadapi orang lain yang sedang emosi, kita pun butuh kesabaran. Saat kita sendiri sedang marah, kita pun perlu rem berupa kesabaran. Kesabaran dalam konteks tersebut berarti suatu kematangan mental untuk mampu menahan diri dan mengendalikan sikap-sikap kita supaya tidak terjerumus pada tindakan-tindakan irasional yang merugikan.
Kesabaran merupakan ilmu hidup yang harus kita miliki jika kita ingin meraih sukses sejati. Tanpa kesabaran, kita akan mudah terjebak dalam komunikasi negatif dan sulit menjalin hubungan sosial yang konstruktif. Tanpa kesabaran kita cenderung mudah melakukan tindakan-tindakan tak terkendali yang mengundang penyesalan di kemudian hari. Sebaliknya, melatih kesabaran berarti memperkecil kemungkinan penyesalan. Jadi, saat emosi menguasai kita, ingatlah ren 7 pu , tujuh langkah kesabaran.



Baca Selengkapnya......

blogger templates | Make Money Online